Polip Hidung

Penyakit Polip hidung merupakan tumor yang paling sering dijumpai di dalam rongga. Penyakit Polip ini merupakan tumbuhan bertangkai, mudah digerakkan, dan melekat di permukaan rongga hidung atau di sinus maksilaris. Polip hidung adalah massa polypoidal yang timbul terutama dari selaput lendir hidung dan sinus paranasal. Polip hidung bukan penyakit yang murni berdiri sendiri. Pembentukannya sangat terkait erat dengan berbagai problem THT lainnya seperti rinitis alergi, asma, radang kronis pada mukosa hidung-sinus paranasal, kista fibrosis, intoleransi pada aspirin, dan sebagainya.

Polip Hidung

Polip Hidung

Penyebab Penyakit Polip Hidung

Polip hidung biasanya tumbuh di daerah dimana selaput lendir membengkak akibat penimbunan cairan, seperti daerah di sekitar lubang sinus pada rongga hidung. Beberapa faktor lain yang meningkatkan kemungkinan terkena polip hidung antara lain sinusitis (radang sinus) yang menahun, iritasi, sumbatan hidung oleh karena kelainan anatomi dan adanya pembesaran pada konka

Penyakit Polip hidung sering ditemukan pada penderita:

- Rhinitis Alergi

Rhinitis Alergika secara klinis didefinisikan sebagai gangguan fungsi hidung, terjadi setelah paparan alergen melalui peradangan mukosa hidung yang diperantarai IgE.

- Penyakit Asma

Adalah keadaan saluran napas yang mengalami penyempitan karena hiperaktivitas terhadap rangsangan tertentu, yang menyebabkan peradangan; penyempitan ini bersifat sementara.

- Sinusitis kronis

Sinusitis kronis adalah sinusitis yang berlangsung lebih 3 bulan.

- Fibrosis kistik

Merupakan radang akibat gangguan pada kanal klorida yang terletak pada lapisan epitelial

Gejala Penyakit Polip Hidung

Ketika baru terbentuk, sebuah polip tampak seperti air mata dan jika telah matang, bentuknya menyerupai buah anggur yang berwarna keabu-abuan. Penderita biasanya mengeluhkan hidung tersumbat, penurunan indra penciuman, dan gangguan pernafasan. Akibatnya penderita bersuara sengau.

Pengobatan Penyakit Polip

Polip diangkat dengan operasi. Operasi dilakukan dengan sangat hati-hati. Jika polip terjadi akibat adanya alergi hidung dan alerginya tidak disembuhkan, polip akan tumbuh kembali

Pemeriksaan Polip Hidung

Pemeriksaan penyakit polip hidung dengan melakukan pemeriksaan rinoskopi anterior. Biasanya penyakit polip ini sudah bisa dilihat, penyakit polip yang masif biasanya masih menciptakan suatu kelainan pada hidung dibagian luar. Pemeriksaan rontgent dan juga lewat CT scan bisa dilakukan untuk kasus penyakit polip yang baisanya muncul pada daerah dimana selaput  lendir mengalami pembengkakan akibat dari suatu penimbunan cairan, misalnya adalah yang terjadi pada sekitar lubang sinus pada bagian orngga hidung. Disaat baru akan terbentuk, maka sebuah polip biasanya akan berbentuk seperti air mata dan jika polip ini sudah matang, maka bentuknya lama kelamaan akan berubah seperti menjadi buah anggur yang warnanya keabu-abuan.

Selain itu, penyakit polip nasi yang masif biasanya akan menyebabkan terjadinya deformitas hidung bagian lur sehingga hidung biasanya akan nampak lebih besar dan lebih mekar karena terjadinya pelebaran pada batang hidung. Dan suatu pemeriksaan rinoskopi anterior juga bisa dilihat dari adanya suatu massa dengan warna yang agak pucat yang asalnya dari meatus medius dan dengan mudah digerakkan.

Pemeriksaan penyakit polip dengan naso-endoskopi. Pemeriksaan ini biasanya akan memberikan suatu gambaran yang lebih baik pada penyakit polio, dan selain itu juga khususnya untuk penyakit polip dengan ukuran yang kecil pada meatus media. Polip dengan stadium 1 dan 2 terkadang tidak akan bisa terlihat pada pemeriksaan rinoskopi anterioir namun akan terlihat disaat sedang melakukan pemeriksaan naso-endoskopi. Untuk kasus penyakit polip koanal yang juga bisa dilihat pada tangkai polip yang asalnya dari ostium asesorius sinus maksila. Dengan pemeriksaan lewat naso-endoskopi maka bisa juga dilakukan dengan biopsi pada layanan kesehatan rawat jalan namun tanpa harus melakukan tindakan operasi.

Selain itu, pemeriksaan secara radiologi dengan foto polos sinus paranasal yang bisa membantu menunjukkan penebalan yang terjadi pada mukosa dan juga adanya suatu batasa udara serta cairan yang muncul pada sinus, namun biasanya pemeriksaan ini juga menjadi kurang bermanfaat untuk kasus penyakit polip. Pemeriksaan dengan CT scan bisa menjadi sangat bermanfaat dalam melihat dengan lebih jelas kondisi di dalam hidung dan juga kondisi sinus paranasal apakah ada suatu kelainan yang terjadi secara anatomi, polip atau juga suatu sumbatan pada komplek osteonasal. CT Scan yang paling utama diindikasikan ada kasus penyakit polip yang mengalami kegagalan diterapi dengan menggunaakan obat.

Terapi penyakit polip terbagi menjadi dua, yakni adalah terapi pembedahan serta terapi medikamentosa. Untuk kasus terapi medikamentosa biasanya tujuannya adalah membantu mengurangi gejala dan juga mengecilkan ukuran dari polip, menunda selama mungkin proses perjalan penyakit dan mencegah tindakan pembedahan, serta mencegah kekambuhan yang terjadi setelah melakukan tindakan pembedahan. Selain itu, terapi pembedahan penyakit polip biasanya bertujuan dalam menghilangkan obstruksi hidung dan mencegah terjadinya kekambuhan. Hal ini disebabkan karena sifatnya yang rekuren, dan terkadang juga terapi pembedahan bisa mengalami kegagalan dimana sekitar 7-50% pasien yang menjalani operasi biasanya akan mengalami kekambuhan penyakit polip.

Terapi medikamentosa yang dilakukan biasanya ditujukan untuk polip yang ukurannta masih kecil yakni adalah dengan pemberian obat kortikosteroid yang bisa diberikan dengan jangka waktu singat, namun juga bisa diberikan obat kortikosteroid hidung atau juga menggunakan kombinasi dari keduanya. Penggunaan dari kortikosteroid pada pasien penyakit polip nasi bia dibagi atas pemberian secara topikal dan secara sistemik.

Polip Hidung


=====================================

>>> Obat Polip Hidung Untuk Membantu Mengatasi Polip Hidung, Sebagai Antibiotik, Anti inflamasi, Mengurangi Rasa Sakit dan Memperbaiki Organ Yang Tubuh Yang Rusak, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Penyakit Polip and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>