Penyakit Polip

Penyakit polip adalah suatu pertumbuhan atau tumor yang bertangkai pada mukosa rongga tubuh yang  tumbuh menonjol dan masuk ke dalam lumen. Tangkai dapat sempit (pedunculated) atau lebar (sessile). Mukosa yang melapisi polip dapat bermacam-macam, tergantung dari tempat poli itu berasal, dapat berupa epitel kubis, torak bertingkat, dan lain-lain. Polip yang dijumpai di kandung kencing dan rectum sering menjadi ganas. Berbeda dengan polip, istilah papiloma digunakan untuk tumor jinak bertangkai pada sel epitel permukaan luar dari tubuh. Sediaan berasal dari polip pada leher rahim (polip serviks uteri).

 Penyakit Polip

Penyakit Polip

Penyakit Polip

Penyakit polip adalah lesi yang muncul dipermukaan mukosa dan menonjol ke dalam lumen. Biasanya polip didefinisikan secara patologi sebagai pertumbuhan jaringan epitel berlebihan  yang bisa hiperplastik atau neoplastik serta jinak atau ganas. Polip tampak pada enema barium sebagai bayangan negative di dalam lumen dan dapat telihat  selama proktosigmoidoskopi atau kolonoskopi. Polip bisa tunggal atau majemuk,, berpendukulasi (bertangkai) atau sesil ( datar tanpa tangkai). Polip bisa muncul sporadic atau sebagai bagian sindrom poliposis familial yang diturunkan secara dominan. Walaupun polip bisa menyebabkan gejala, namun kemungkinannya bagi transformasi ganas menjadi kekhawatiran terbesar.

Mekanisme dari patogenesis yang mempunyai peran dalam terjadinya proses pertumbuhan penyakit polip hidung hingga saat ini masih sulit untuk ditentukan. Namun adanya faktor-faktor yang bisa memperngaruhi dari proses terjadinya pembentukan polip, misalnya adalah :

  1. Proses peradangan yang bisa diakibatkan karena penyebab secara multifaktorial dan termasuk adalah familiar dan juga akibat faktor herediter.
  2. Aktivasi yang terjadi pada respon imun lokal.
  3. Hiperaktivitas yang terjadi dari persarafan pada parasimpatis.

Dan dari semua jenis imunoglobulin yang bisa ditemui untuk kasus penyakit polip nasi, namun peningkatan kadar IgE merupakan salah satu jenis yang paling tinggi dan banyak ditemukan bahkan jika dibandingkan juga dengan tonsil atau serumnya sekalipun. Kadar dari IgG, IgA, dan IgM yang ada dengan jumlah yang bermacam-macam, dimana terjadinya peningkatan jumlah ini baisanya akan menunjukkan adanya suatu infeksi dibagian saluran napas.

Untuk beberapa mediator inflamasi yang memang juga ditemukan di dalam penyakit polip. Histamin merupakan salah satu mediator yang paling besar yang konsentrasi di dalam stroma polipnya mencapai 100-1000 konsentrasi serum. Mediator kimia yang lainnya yang juga berperan dalam patogenesis dari nasa polip merupakan Gamma Interferin atau IFN-y dan juga Tumour Growth Factor β (TGF- β). IFN-y yang bisa menyebabkan migrasi serta aktivasi dari eosinofil yang lewat pelepasan pada toksiknya juga berperan atas terjadinya kerusakan pada epitel dan juga sinstesis kolagen akibat fibroblas. TGF- β yang biasanya tidak ditemukan di dalam mukosa normal adalah salah sati faktor yang paling kuat yang bisa menarik fibroblas dan merangsang sintesis matrik ekstraseluler. Peningkatan mediator ini pada akhirnya akan membuat mukosa rinosinusal mengalami kerusakan yang pada akhirnya menyebabkan terjadinya peningkatan pada permeabilitas pada natrium sehingga akan mencetuskan dari terjadinya edema submukosa pada penyakit polip nasi.

Fenomena bernouli yang mengatakan bahwa udara yang mengalir dari celah yang sempit biasanya akan menyebabkan terjadinya tekanan secara negatif pada daerah sekitarnya, sehingga pada jaringan yang lemah biasnaya akan terhisap oleh suatu tekanan yang negatif ini sehingga akan menimbulkan terjadinya penyakit polip. Kejadian seperti ini bisa menjelaskan alasan kenapa polip kasusnya kebanyakan terjadi pada tempat yang sempit di kompleks osteonasal.

Prognosis Penyakit Polip

Selain itu, patogenesis dari penyakit polip yang awalnya banyak ditemukan suatu pembengkakan pada selaput permukaan yang juga kebanyakan ada pada meatus medius, dan kemudian pada stroma baisanya akan terisi dengan cairan interseluler sehingga pada selaput permukaan yang sembab akan menunjukkan benjolan-benjolan. Jika proses ini terus mengalami pembesaran dan kemudian akan turun ke dalam rongga hidung sambil kemudian akan membentuk suatu tangkai sehingga muncullah penyakti polip.

Ciri-ciri penderita penyakit polip adalah :

  • Sering keluar cairan dari lubang hidung
  • Suara terkesan sengau (bindeng)
  •  Udara tidak bisa keluar dari salah satu sisi lubang hidung atau da-duanya.

Akibat penyakit polip adalah :

  • Mudah pusing atau sakit kepala
  • Sering bersin
  • Terasa gelisah
  • Napas berbau tidak sedap
  • Daya tahan tubuh rendah (lemah).

Pencegahan penyakit polip adalah dengan cara :

  • Berolahraga supaya jantung kuat
  • Jangan terlalu sering mengorek-ngorek hidung
  • Jangan minum es

Pengobatan penderita polip  adalah :

  • Pijat pada bagian dahi kanan dan kiri, diatas alis
  • Pijat pada tulang pipi kanan dan kiri
  • Pijat leher belakang kanan dan kiri kurang lebih 1 menit.
  • Pijat bagian seperti penyakit lain, kemudian minum air putih hangat.
  • Penderita perlu melakukan gerakan seperti back-up (telungkup mengangkat kepala dan dua kaki)  kurang lebih 1 menit diulang sampai kurang lebih 3 kali.
  • Terakhir, pasien berdiri dengan kaki dilipat kurang lebih 10 menit.

Obat Polip Hidung Alami

Resep ramuan tradisional yang biasa digunakan untuk mengobati polip sebagai berikut :

Bahan  :

Tujuh lembar daun sirih, satu genggam daun cemara, dan satu jari kunyit.

Cara membuat :

Kunyit dikupas , dicuci, lalu diparut. Bahan-bahan lain dicuci bersih, lalu direbus bersama parutan kunyit. Air yang digunakan sebanyak sepuluh  gelas air air. Bahan-bahan tersebut didihkan hingga air tebusan tersisa sekitar delapan gelas. Aor rebusan tersebut dituangkan ke dalam panic.

Cara memakai :

Kepala penderita diselubungi dengan handuk. Kepala ditempatkan tepat diatas panic lalu uapnya dihirup. Lakukan pengobatan ini dua kali sehari pada pagi dan sore hari sampai penyakitnya benar-benar hilang.

 Penyakit Polip

 

Posted in Penyakit Polip | 1 Comment

Cara Menangani Penyakit Polip Hidung

Cara Menangani Penyakit Polip Hidung – Penyakit polip merupakan suatu penyakit yang menyerang bagian rongga hidung. Gejala yang ditunjukkan dari penyakit polip hidung ini adalah berupa daing yang tumbuh yang ukurannya agak besar dan bisa menyumbat hidung, kemudian menekan saraf, dan bisa menyebabkan rasa nyeri dan sakit di dalam hidung serta sakit kepala. Penyakit polip ini bisa menimbulkan sesak nafas atau sulit bernafas bagi si penderita dan indera penciuman akan mengalami gangguan. Cara menangani penyakit polip hidung adalah dengan menggkat polip melalu operasi.

Cara Menangani Penyakit Polip Hidung

Cara Menangani Penyakit Polip Hidung

Penyakit Polip Hidung

Hingga saat ini penyebab dari penyakit polip masih belum diketahui secara jelas, namun pada beberapa polip yang tumbuh disebabkan karena adanya suatu pembengkakan yang terjadi akibat infeksi. Beberapa faktor yang penting yang bisa berperan dalam terjadinya penyakit polip hidung adalah :

  1. Peradangan yang terjadi dalam jangka waktu yang lama dan biasanya terjadi secara berulang pada bagian selaput permukaan hidung dan juga sinus
  2. Gangguan yang terjadi pada keseimbangan vasomotor
  3. Peningkatan yang terjadi pada tekanan cairan diantar tulang sel dan juga pembengkakan pada selaput permukaan hidung.

Dengan munculnya faktor alergi dan juga radang kronis yang terjadi secara berulang-ulang, maka akan terjadi suatu perubahan pada bagian mukosa hidung, perubahan yang terjadi pada pembuluh darah atau juga pada pembuluh limfe. Keadaan yang seperti ini lama kelamaan akan berkembang menjadi terjadinya suatu hambatan balik dari cairan interstitial. Kemudian cairan yang terkumpul selanutnya akan menunjukkan semacam suatu bendungan yang sifatnya pasif. Dan dari keadaan seperti ini, lama kelamaan akan berkembang menjadi suatu pembengkakan pada mukosa di hidung. Semakin lama proses ini terjadi, maka penonjolan pada mukosa hidung lama kelamaan akan semakin bertambah panjang, dan hingga akhirnya akan membentuk suatu tangkai, maka pada saat itulah akan mulai trbentuk polip.

Epitel yang normal yang berasal dari kavum nasi adalah epitel kolumnar dengan tingkat semu bersilia. Epitel dari permukaan yang berasal dari sinus biasanya lebih tipis, mempunyai sel goblet dan juga silia yang lebih sedikit jumlahnya dibandingkan dengan kavum nasi.

Jenis Penyakit Polip Hidung

Penyakit polip hidung terbagi menjadi 4 jenis, yakni adalah :

  1. Eosinofilik edematous
    Untuk tipe ini, merupakan salah satu jenis tipe yang kasusnya banyak ditemui kira-kira angka kejadiannya mencapau 85%. Tipe penyakit polip ini biasanya ditandai dengan gejala adanya suatu strome yang bersifat edema, peningkatan yang terjadi pada sel goblet dengan jumlah yang normal, dan juga jumlah eosinofil yang lama kelamaan menjadi semakin meningkat, sel mast yang ada dalam stroma, dan juga terjadinya penebalan pada membran basement.
  2. Polip inflamasi kronik
    Biasanya tipe ini kasusnya terjadi hanya kurang dari 10% dari semua kasus penyakit polip nasi. Gejala penyakit polip hidung untuk tipe ini ditandai dengan edema stroma dan juga terjadinya penurunan dengan jumlah yang berasal dari sel goblet. Penebalan yang terjadi pada membran basement biasanya tidak nyata.
  3. Polip dengan kasus hiperplasia dari glandula seromusinous
    Untuk tipe penyakit polip yang satu ini kasusnya kurang dari 5% dari semua jenis kasus polip. Gejala yang paling utama dan banyak ditemukan adalah adanya glandula dan juga duktus dengan jumlah yang banyak
  4. Polip dengan atipia stromal
    Untuk tipe ini adalah salah satu jenis tipe yang kasusnya jarang ditemukan dan bisa membuat terjadinya misdiagnosis dengan kasus neoplasma. Sel stroma yang tidak normal atau menunjukkan suatu gambaran atipikal, namun tidak memenuhi syarat yang disebut sebagai suatu kasus neoplasma.

Untuk penyakit polip hidung, namun peningkatan yang terjadi IgE adalah salah satu jenis yang paling tinggi dan banyak ditemukan bahkan jika dibandingkan dengan tonsil dan juga serum sekalipun.

Cara Menangani Penyakit Polip

Cara menangani penyakit polip hidung bisa dilakukan engan pengembusan saat hidung tersumbat. Caramengembuskan nafas yang benar adalah jangan memaksa untuk mengembuskan nafas. Kemudian hembuskanlah kedua lubang hidung dengan cara bergantian. Disaat mengembuskan melalui lubang hidung yang satu, maka tutuplah bagian lubang hidung yang lain dengan menekannya secara pelan-pelan. Bersihkanlah hidung dengan rutin, jangan biarkan ingus atau lendir di dalam hidung menumpuk karena hal tersebut jutsru akan membuat Anda menjadi lebih sering berhembus. Cobalah oleskan sedikit petroleum jellu ke dalam lubang hidung jika hidung Anda terasa nyeri dan juga perih.

Cara menangani penyakit polip hidung dengan menghembuskan nafas dengan benar dan melegakan hidung yang mengalami sumbatan pada penyakit polip hidung merupakan salah satu cara untuk menanganinya. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan obat pelega hidung. Obat pelega hidung yang dipakai juga harus dilakukan dengan benar.

Karena jika tidak dipakai dengan benar, maka akan menyebabkan penyakit rhinitis medika mentosa. Penyakit ini adalah radang hidung yang disebabkan karena obat tersebut. Hal ini kemudian akan menyebabkan suatu penyumbatan yang baru. Kemudian kerusakan yang terjadi selanjutnya akan bersifat permanen. Hal ini selanjutny akan menimbulkan komplikasi yang baru pada radang hidung. Penggunaan pelega hidung sebaiknya digunakan dengan bijaksana.

Cara menangani penyakit polip hidung bisa dilakukan juga dengan terapi air heksagonal. Caranya adalah minum 1-2 gelas air heksagonal pada pagi hari, air yang diminum adalah air hangay. Kemudian sebelum tidur minum 1 gelas lagi.

Cara Menangani Penyakit Polip Hidung

Posted in Penyakit Polip | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Polip Hidung

Penyakit Polip hidung merupakan tumor yang paling sering dijumpai di dalam rongga. Penyakit Polip ini merupakan tumbuhan bertangkai, mudah digerakkan, dan melekat di permukaan rongga hidung atau di sinus maksilaris. Polip hidung adalah massa polypoidal yang timbul terutama dari selaput lendir hidung dan sinus paranasal. Polip hidung bukan penyakit yang murni berdiri sendiri. Pembentukannya sangat terkait erat dengan berbagai problem THT lainnya seperti rinitis alergi, asma, radang kronis pada mukosa hidung-sinus paranasal, kista fibrosis, intoleransi pada aspirin, dan sebagainya.

Polip Hidung

Polip Hidung

Penyebab Penyakit Polip Hidung

Polip hidung biasanya tumbuh di daerah dimana selaput lendir membengkak akibat penimbunan cairan, seperti daerah di sekitar lubang sinus pada rongga hidung. Beberapa faktor lain yang meningkatkan kemungkinan terkena polip hidung antara lain sinusitis (radang sinus) yang menahun, iritasi, sumbatan hidung oleh karena kelainan anatomi dan adanya pembesaran pada konka

Penyakit Polip hidung sering ditemukan pada penderita:

- Rhinitis Alergi

Rhinitis Alergika secara klinis didefinisikan sebagai gangguan fungsi hidung, terjadi setelah paparan alergen melalui peradangan mukosa hidung yang diperantarai IgE.

- Penyakit Asma

Adalah keadaan saluran napas yang mengalami penyempitan karena hiperaktivitas terhadap rangsangan tertentu, yang menyebabkan peradangan; penyempitan ini bersifat sementara.

- Sinusitis kronis

Sinusitis kronis adalah sinusitis yang berlangsung lebih 3 bulan.

- Fibrosis kistik

Merupakan radang akibat gangguan pada kanal klorida yang terletak pada lapisan epitelial

Gejala Penyakit Polip Hidung

Ketika baru terbentuk, sebuah polip tampak seperti air mata dan jika telah matang, bentuknya menyerupai buah anggur yang berwarna keabu-abuan. Penderita biasanya mengeluhkan hidung tersumbat, penurunan indra penciuman, dan gangguan pernafasan. Akibatnya penderita bersuara sengau.

Pengobatan Penyakit Polip

Polip diangkat dengan operasi. Operasi dilakukan dengan sangat hati-hati. Jika polip terjadi akibat adanya alergi hidung dan alerginya tidak disembuhkan, polip akan tumbuh kembali

Pemeriksaan Polip Hidung

Pemeriksaan penyakit polip hidung dengan melakukan pemeriksaan rinoskopi anterior. Biasanya penyakit polip ini sudah bisa dilihat, penyakit polip yang masif biasanya masih menciptakan suatu kelainan pada hidung dibagian luar. Pemeriksaan rontgent dan juga lewat CT scan bisa dilakukan untuk kasus penyakit polip yang baisanya muncul pada daerah dimana selaput  lendir mengalami pembengkakan akibat dari suatu penimbunan cairan, misalnya adalah yang terjadi pada sekitar lubang sinus pada bagian orngga hidung. Disaat baru akan terbentuk, maka sebuah polip biasanya akan berbentuk seperti air mata dan jika polip ini sudah matang, maka bentuknya lama kelamaan akan berubah seperti menjadi buah anggur yang warnanya keabu-abuan.

Selain itu, penyakit polip nasi yang masif biasanya akan menyebabkan terjadinya deformitas hidung bagian lur sehingga hidung biasanya akan nampak lebih besar dan lebih mekar karena terjadinya pelebaran pada batang hidung. Dan suatu pemeriksaan rinoskopi anterior juga bisa dilihat dari adanya suatu massa dengan warna yang agak pucat yang asalnya dari meatus medius dan dengan mudah digerakkan.

Pemeriksaan penyakit polip dengan naso-endoskopi. Pemeriksaan ini biasanya akan memberikan suatu gambaran yang lebih baik pada penyakit polio, dan selain itu juga khususnya untuk penyakit polip dengan ukuran yang kecil pada meatus media. Polip dengan stadium 1 dan 2 terkadang tidak akan bisa terlihat pada pemeriksaan rinoskopi anterioir namun akan terlihat disaat sedang melakukan pemeriksaan naso-endoskopi. Untuk kasus penyakit polip koanal yang juga bisa dilihat pada tangkai polip yang asalnya dari ostium asesorius sinus maksila. Dengan pemeriksaan lewat naso-endoskopi maka bisa juga dilakukan dengan biopsi pada layanan kesehatan rawat jalan namun tanpa harus melakukan tindakan operasi.

Selain itu, pemeriksaan secara radiologi dengan foto polos sinus paranasal yang bisa membantu menunjukkan penebalan yang terjadi pada mukosa dan juga adanya suatu batasa udara serta cairan yang muncul pada sinus, namun biasanya pemeriksaan ini juga menjadi kurang bermanfaat untuk kasus penyakit polip. Pemeriksaan dengan CT scan bisa menjadi sangat bermanfaat dalam melihat dengan lebih jelas kondisi di dalam hidung dan juga kondisi sinus paranasal apakah ada suatu kelainan yang terjadi secara anatomi, polip atau juga suatu sumbatan pada komplek osteonasal. CT Scan yang paling utama diindikasikan ada kasus penyakit polip yang mengalami kegagalan diterapi dengan menggunaakan obat.

Terapi penyakit polip terbagi menjadi dua, yakni adalah terapi pembedahan serta terapi medikamentosa. Untuk kasus terapi medikamentosa biasanya tujuannya adalah membantu mengurangi gejala dan juga mengecilkan ukuran dari polip, menunda selama mungkin proses perjalan penyakit dan mencegah tindakan pembedahan, serta mencegah kekambuhan yang terjadi setelah melakukan tindakan pembedahan. Selain itu, terapi pembedahan penyakit polip biasanya bertujuan dalam menghilangkan obstruksi hidung dan mencegah terjadinya kekambuhan. Hal ini disebabkan karena sifatnya yang rekuren, dan terkadang juga terapi pembedahan bisa mengalami kegagalan dimana sekitar 7-50% pasien yang menjalani operasi biasanya akan mengalami kekambuhan penyakit polip.

Terapi medikamentosa yang dilakukan biasanya ditujukan untuk polip yang ukurannta masih kecil yakni adalah dengan pemberian obat kortikosteroid yang bisa diberikan dengan jangka waktu singat, namun juga bisa diberikan obat kortikosteroid hidung atau juga menggunakan kombinasi dari keduanya. Penggunaan dari kortikosteroid pada pasien penyakit polip nasi bia dibagi atas pemberian secara topikal dan secara sistemik.

Polip Hidung

Posted in Penyakit Polip | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Polip Pada Hidung

Polip Pada Hidung – Polip atau sinusitis adalah gangguan kesehatan yang terjadi pada proses pernapasan, terutama bagian dalam hidung. Hidung mengalami gangguan karena sinusnya membengkak. Bengkaknya sinus adalah karena pembuluh darah baliknya menyempit, sementara pembuluh darah nadinya tetap dilalui darah dengan kuat yang membuat sinus menggelembung. Karena sinus menggelembung, lubang hidung menjadi menyempit dan tertutup sehingga udara tidak dapat melalui lubang hidung. Penyempitan lubang hidung bisa terjadi pada lubang hidung kanan ataupun kiri. Lubang hidung yang tersumbat disebabkan oleh tumbuhnya polip secara permanen ataupun insidential (temporer)-tergantung dari aktivitas pasien itu sendiri ataupun suhu udara di waktu tertentu.

 Polip Pada Hidung

Polip Pada Hidung

Penyakit Polip

Penderita/pasien yang merasa pusing, selalu pilek dan ada kalanya keluar bau tidak sdap dari rongga hidung dan rongga mulut adalah salah satu gejala penyakit Polip Pada Hidung.

Harus Anda ketahui bahwa penyakit polip hidung bukanlah suatu penyakit yang berdiri sendiri. Pembentukan dari penyakit polip hidung sangat berhubungan erat dengan berbagai masalah pada THT lainnya misalnya adalah dengan penyakit rinitis alergi, penyakit asma, radang kronis yang terjadi pada mukosa hidung daerah sinus paranasal, kista fibrosis, intoleransi pada aspirin dan juga hal lainnya. Hingga saat ini masih belum ada penyebab jelas dari penyakit polip pada hidung yang mendasari dari munculnya benjolan putih dengan warna keabu-abuan yang bertangkai tersebut. Namun menurut salah sat studi yang dilakukan, ada beberapa faktor yang bisa memudahkan terjadinya proses munculnya polip hidung. Antara lainnya adalah seperti radang kronis yang terjadi dengan berulang pada mukosa hidung dan juga pada kasus sinus paranasal, gangguan yang terjadi pada keseimibangan vasomotor, peningkatan yang terjadi pada cairan interstitial serta edema atau pembengkakan yang terjadi pada mukosa hidung.

Dengan munculnya faktor alergi dan juga terjadinya radang kronis secara berulang-ulang, maka hal ini akan terjadi suatu perubahan pada bagian mukosa hidung, selain itu perubahan yang terjadi pada pembuluh darah dan juga pada pembuluh limfe. Keadaan seperti ini kemudian akan berkembang menjadi suatu hambatan balik dari cairan intersititial. Cairan ini kemudian akan berkumpul dan akan membentuk suatu bendungan yang sifatnya pasif. Dan dari keadaan ini maka lama kelamaan akan berkembang menjadi suatu pembengkakan pada mukosa hidung. Semakin lama proses ini terjadi, maka penonjolan pada mukosa hidung juga akan semakin bertambah panjang sampai hingga akhirnya akan membentuk suatu tangkai, dan pada akhirnya akan membetuk polip.

Gejala Polip Hidung

Gejala yang muncul dari penyakit polip salah satunya adalah bentuk penyumbatan hidung. Biasanya mereka yang menderita penyakit polip akan mengeluhkan adanya suatu penurunan pada fungsi indera penciuman. Karena pada indera perasa berhubungan langsung dengan indera penciuman, maka penderita juga bisa mengalami suatu penurunan pada fungsi indera perasa serta indera penciuman. Pada penyakit polip hidung juga akan menyebabkan terjadinya penyumbatan pada drainase lendir yang dimulai dari sinus ke daerah hidung. Kemudian penyumbatan ini akan menyebabkan terjadinya timbunan lendir di dalam sinus. Lendir yang terlalu lama berkumpul di dalam sinus akan menyebabkan terjadinya infeksi dan pada akhirnya akan terjadi suatu sinusitis. Penderita anak-anak yang sering menderita suara sengau dan bernapas lewat mulut mereka.

Jadi gejala penyakit polip bisa terjadi dengan bervariasi, yang dimulai dari kasus penyakit pilek yang terjadi lebih lama, bersin-bersin, hidung yang mengalami sumbatan yang sifatanya menetap, mengalami mimisan, dan keluhan serta adanya suatu massa pada hidung, susah untuk buang ingus, mengalami masalah gangguan penciuman serta bentuk hidung yang tidak lagi simetris atau sama, mengalami bengek atau bindeng serta telinga yang terasa penuh.

Selain itu, gejala penyakit polip pada hidung bisa ditandai juga dengan hal-hal dibawah ini:

  1. Tidur mendekur atau susah tidur
  2. Lendir dan terasa kering pada bagian tenggorokan
  3. Sakit kepala dan lainnya.

Semua kelihan tersebut biasanya bisa menjadi sangat mengganggu dan bisa mempengaruhi kualitas hidup dari si penderita penyakit polip pada hidung. Salah satu studi yang dilakukan menunjukkan perbandingan dari kasus penyakit polip yang menyerang pria lebih besar 2-3 kali lipat dibandingkan dengan wanita. Dengan angka kejadiannya adalah sekitar 0-2%-4,3%.

Ciri-ciri penderita penyakit Polip Pada Hidung, yaitu :

  •  Sering keluar cairan dari lubang hidung
  • Suara terkesan sengau (bindeng)
  • Udara tidak bisa keluar dari salah satu sisi lubang hidung atau keduanya

Akibat Penyakit Polip Pada Hidung

  1.  Mudah pusing
  2. Sering bersin
  3. Terasa gelisah
  4. Napas berbau tidak sedap atau bau mulut
  5. Daya tahan tubuh rendah (lemah)

Cara Mencegah Polip

Cara Mencegah Polip

  • Berolahraga supaya jantung kuat
  • Jangan terlalu sering mengorek-orek hidung
  • Jangan minum es

Pengobatan Penderita Polip

  • Pijat pada bagian dahi kanan dan kiri, diatas alis
  • Pijat pada tulang pipi kanan dan kiri
  • Pijang tulang kepala di atas telinga kanan atau kiri
  • Pijat leher bagian belakang kanan dan kiri kurang lebih 1 menit
  • Pijat bagian kaki seperti penyakit lain, kemudian minum air putih hangat
  • Pasien perlu melakukan gerakan seperti back-up (telungkup mengangkat kepala dan dua kaki) kurang lebih 1 menit diulang sampai kurang lebih 3 kali
  • Pasien berdiri dengan kaki dilipat kurang lebih 10 menit

 Polip Pada Hidung

Posted in Penyakit Polip | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Comment